3 Bulan Tak Bisa Jualan, Pedagang Kantin ini Bongkar Tabungan untuk Menyambung Hidup

    0
    9

    Desmi (55). Seorang ibu yang biasa berjualan di kantin SMU Negeri 5 Kabupaten Bengkulu Selatan. Ia bercerita sudah 3 bulan ini tidak bisa berjualan lagi karena sekolah diliburkan lantaran Virus Corona atau Covid-19.

    Ibu dari Desa Padang Capo ini terpaksa membongkar celengannya untuk sekedar menyambung hidup selama istirahat di rumah.

    “Covid-19 ini membuat kami tidak berdaya. Tabungan sudah menipis tapi alhamdulillah ada kepedulian bapak Rohidin memberikan bantuan beras,” terangnya usai menerima bantu sosial berupa beras langsung dari Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah yang didampingi oleh Forkopimda di Posko Gugus Tugas Bengkulu Selatan, 21/04.

    Ia berharap musibah ini cepat berlalu dan bisa beraktivitas normal kembali.

    Hal yang sama juga dialami Widiyanto (50). Kuli panggul dari Sekundang Manna ini memilih untuk hidup apa adanya dengan keluarga karena sudah 2 bulan lebih tidak lagi beraktivitas di luar rumah menjalan imbauan pemerintah.

    “Terimakasih kepada Gubernur yang sudah bantu kebutuhan keluarga. Ini sangat membantu kami untuk sekedar bertahan hidup,” terang bapak 3 anak ini.

    Sementara nasib sama juga terjadi pada Sulisiana (25). Ia merupakan korban PHK dari salah satu hotel di Bengkulu Selatan yang sepi pengunjung.

    Kendati baru 1 bulan di PHK, gadis asal Desa Padang Burnai Manna ini merasakan betul kesulitan yang harus ia terima di tengah pandemi global ini.

    “Terimakasih bapak bupati dan bapak gubernur, semoga kasus ini cepat selesai,” katanya lirih tak sangguh berkata-kata lagi.

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silahkan masukkan komentar anda!
    Silahkan masukkan nama anda disini