Brand dan Kemasan, Pentingkah?

0
92
Gambar: http://buzz2fone.com

Bagi sebagian kita pasti mengatakan ‘brand’ atau merek itu tidak penting dan tidak berpengaruh pada penjulan. Begitu halnya dengan ‘kemasan’. Hal yang terpenting adalah kualitas dari produk itu sendiri. Percuma memiliki ‘brand’ bagus dan ‘kemasan’ cantik jika produk yang diproduksi tidak memiliki kualitas bagus.

Pertanyaannya, apakah Anda berniat menjual produk Anda hanya di lingkungan sekitar rumah atau kebangsa pasar luar?

Jika Anda berniat menjual produk hanya di lingkungan sekitar Anda saja maka brand dan kemasan kita acuhkan saja karena orang yang akan membeli cukup mengenal Anda sebagai juru masak atau olah. Artinya pembeli bisa bertatap muka dengan Anda dan bisa bertanya langsung soal produk Anda. Ini tidak memiliki resiko tinggi tidak laku. Tinggal bagaimana Anda meyakinkan calon pembeli Anda secara baik. Selesai.

Lantas bagaimana jika pilihan Anda mau jual produk ke bangsa pasar luas? Jawabannya tentu kebalikan dari yang di atas. Belum selesai di sini. Ada proses. Butuh perumusan dan konsep agar Anda tidak susah-susah menjelaskan satu-satu produk Anda kepada calon pembeli. Terlebih jika Anda menjual produk di dunia maya (digital marketing).

Di dunia digital marketing Anda akan dihadapkan pada calon pembeli yang sama sekali tidak paham dan tidak kenal Anda. Lalu bagaimana cara Anda memberikan penjelasan soal produk Anda agar para calon pembeli Anda tertarik dan menjatuhkan pilihan untuk memborong produk Anda?

Di sini peran ‘brand’ atau merek sangat signifikan. Karena ‘brand’ itu memiliki fungsi sebagai ‘value indicator’ atau sederhananya sebagai fungsi untuk menggambarkan nilai dari produk yang Anda tawarkan kepada pelanggan. Seberapa bagus, nikmat dan berkualitasnya produk Anda, ‘brand’ jadi jadi salah satu penentunya.

Bagaimana cara membuat ‘brand’ yang kuat dan memiliki tingkat kepercayaan tinggi (brand equity) bagi sebuah produk? Dalam membangun merek yang kuat menurut Farquhar ada tiga elemen yang perlu diperhatikan, yaitu: Pertama, A Positive Brand Evaluation. Merek mendapatkan positive evaluation dalam benak konsumen, Anda harus mempunyai sebuah produk yang berkualitas. Kedua, An Accessible Brand Attitude (seberapa cepat sebuah individu dapat menyimpan merek dalam ingatannya). Ketiga, A Consistent Brand Image (memiliki citra yang konsisten atau tidak berubah-ubah).

Terdapat tiga cara untuk memperoleh ekuitas merek (brand equity), yaitu dengan cara membangun (built it), meminjam (borrow it), atau membelinya (buy it).

Dari semua itu untuk mencapai dua target, pertama ‘brand awareness’ (kemampuan dari konsumen untuk mengidentifikasi merek dalam kondisi yang berbeda-beda, yang terdiri dari pengakuan merek (brand recognition) dan ingatan merek (brand recall). Kedua, ‘brand image’ (persepsi dari konsumen akan sebuah merek yang muncul (reflected) dari asosiasi suatu merek yang ada diingatan konsumen).

Selain ‘brand’, kemasan merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dari ‘brand’. Kenapa? Percuma kita memiliki ‘brand’ atau merek namun hanya diucapkan saja tanpa adanya desain kemasan. Kemasan merupakan media yang paling efisien untuk berkomunikasi dengan target calon pembeli, sehingga dengan adanya kemasan maka target calon pembeli dapat memahami apa yang ingin dicitrakan oleh merek, dan pesan yang ingin disampaikan dalam waktu yang singkat, (Gobe, 2005).

Daya tarik kemasan dapat digolongkan menjadi dua kelompok: pertama, daya tarik visual dan daya tarik praktis, (Wirya 1999). Daya tarik visual lebih pada tampilan yang menarik. Semakin menarik kemasan maka semakin besar peluang diborong oleh calon pembeli Anda. Kemudian daya tarik praktis adalah untuk menjatuhkan calon pembeli pada produk Anda dengan alasan lebih mudah dibawa kemana-mana.

Selain itu, penting Anda menentukan atau memutuskan soal positioning produk. Positioning produk dimaksudkan untuk mempermudah segmentasi pasar. Misal, positioning produk Anda sebagai oleh-oleh atau non-oleh-oleh. Ini sangat penting sehingga Anda memiliki target yang jelas.

Untuk itu maka kemasan yang hendak Anda buat harus memperhatikan dan mempersiapkan beberapa hal ini: pilihan warna, desain, motif lokal (sesuai positioning), kesan klasik (mengesankan terpercaya dan home made), kesan modern (higenis), serta pilihan font.

Nah itulah ulasan singkat, pikiran basabasikhafi.com terkait pentingnya brand dan kemasan di era persaingan terbuka saat ini dan ke depan. [*]

“Lebih baik berbuat walau hanya satu kali daripada tenggelam dalam angan-angan.” -Gus Zainal Arifin Thoha

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan masukkan komentar anda!
Silahkan masukkan nama anda disini